Tekno Drive – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi kepada Tuksedo Studio, sebuah studio di Gianyar, Bali, yang secara manual memproduksi ulang mobil-mobil klasik legendaris dengan standar dunia. Ia menyebut karya studio tersebut sebagai “harta karun kreatif Indonesia yang mendunia”.
Dalam kunjungannya pada Sabtu (27/9) lalu, Wamen Ekraf Irene berjanji akan memperjuangkan penyederhanaan regulasi ekspor yang selama ini menjadi kendala bagi para pelaku industri kreatif otomotif untuk menembus pasar global.
Tuksedo Studio, yang didirikan oleh Pudji Handoko dan Lilik Mardianto, dikenal atas kemampuannya mereplika mobil klasik ikonik seperti Porsche 356 Speedster menggunakan material aluminium dengan presisi tinggi. Setiap mobil dikerjakan secara detail dengan tangan, mulai dari sistem mekanikal, elektrikal, hingga interior, menghasilkan sebuah karya seni otomotif yang unik.
Setelah melihat langsung proses produksi dan mendengar bahwa mobil buatan Bali ini sudah diminati oleh pasar internasional, Wamen Ekraf Irene menyoroti adanya tantangan regulasi.
“Tadi sudah kita dengar, ternyata mobil buatan Bali ini sudah diminati pasar internasional. Demand ada, ekspor sudah dilakukan, tetapi regulasinya masih cukup kompleks. Pesan Presiden jelas: yang ribet harus disederhanakan. Itu yang sedang kita perjuangkan,” tegas Irene.
Ia juga menekankan bahwa karya Tuksedo Studio sejalan dengan tren global yang mengarah pada personalisasi dan produk edisi terbatas (limited edition), yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar internasional. Menurutnya, dedikasi dan kebanggaan terhadap detail pekerjaan seperti yang ditunjukkan di Tuksedo Studio adalah kunci untuk melahirkan karya kelas dunia.
“Industri ini bukan hanya tentang mobil, tetapi tentang membangun confidence, membuka peluang ekspor, dan membuktikan bahwa kreativitas manusia Indonesia tidak bisa digantikan oleh mesin maupun AI,” imbuhnya.
Kunjungan dan janji yang disampaikan oleh Wamen Ekraf ini menjadi sebuah hal penting bagi para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah mulai memberikan perhatian serius pada potensi “harta karun” industri kreatif di tingkat artisan.
Bagi Anda para pelaku usaha, komitmen untuk menyederhanakan regulasi ekspor adalah sebuah harapan baru yang dapat membuka jalan bagi produk-produk berkualitas Indonesia lainnya untuk lebih mudah bersaing di panggung global, tidak hanya di sektor otomotif tetapi juga di berbagai bidang kreatif lainnya.